Prosesi Nyawer atau Saweran Dalam Pernikahan Adat Sunda

Gambar Proses Sawer di Pernikahan Adat Sunda

Budaya nyawer atau saweran dalam adat pernikahan Sunda menjadi acara yang menambah semarak dan kemeriahan prosesi pernikahan. Selain itu, nyawer juga mampu menciptakan suasana hangat dan akrab di antara keluarga kedua mempelai, karena tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga ada yang masih sangat bersemangat untuk mengambil benda-benda saweran. Sebagian percaya, benda-benda saweran tersebut dapat membuat orang yang mendapatkannya enteng jodoh dan murah rezeki.

Terkhusus di Kampung Cisurian Desa Rajamandala antusias warga dalam partisipasi acara sawer atau nyawer dalam pernikahan adat sunda masih sangat dominan. Hal ini dapat terlihat pada acara pernikahan Putri dari Anggota Badan Pengawas Desa (H. Solih) yang dilakukan pada Minggu 20 November 2018.

Gambar Proses Sawer di Pernikahan Adat Sunda

Nyawer atau saweran merupakan budaya menaburkan berberapa benda-benda kecil yang dilakukan oleh orang tua kedua mempelai. Konon dengan menaburkan benda-benda tersebut dapat memberikan petunjuk kepada kedua calon mempelai agar dapat menjalankan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan tidak lupa untuk senantia bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

Gambar Proses Sawer di Pernikahan Adat Sunda

Dalam prosesi pernikahan adat Sunda, nyawer atau saweran dilakukan setelah upacara ijab kabul atau pemberkatan dan sungkeman. Jika biasanya acara nyawer dilakukan di luar ruangan, kini demi kepraktisan, ada beberapa mempelai yang melakukan prosesi ini di dalam gedung.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan