Minoritas Usaha Menengah Masyarakat Desa Rajamandala sebagai Potensi sekaligus Produk Desa

TASIKMALAYA, rajamandala.sideka.id  |  Mayoritas agraris tidak menjadi hambatan untuk sebagian warga Desa Rajamandala untuk menggali potensinya dalam berkarya, inisiasi dan kreatifitas seseorang dalam menciptakan suatu hal berdasar dari keinginan dan pemikiran yang matang dalam berkarya.

Kreatifitas tersebut jelas terlihat dari minoritas usaha menengah yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Desa Rajamandala dalam menjalani usaha kesehariannya, Khusus di Kedusunan Cikadu Usaha minoritas tersebut sudah ramai terlihat pada tahun 2010 sampai dengan sekarang, usaha tersebut tidak lain yakni pembuatan kerajinan tas, box tisue, dompet dengan bahan dasar pandan dengan balutan kreasi yang unik, menarik serta ellegan. 

Berikut contoh gambar hasil karya kreatifitas pembuatan Tas berbahan dasar Pandan dengan motif kerang :

 

Gambar kerajinan tas bahan anyam pandan motif kerang dengan diameter 35-40 cm with varian collour. (Dok.sideka.id – journalist village)

Detail prodak diatas : Nama Prodak : Tas Pandan Kerang, Ukuran : 35 – 40 cm diameter, Warna : List gold, list silver, list red, list white, list marron, list pink, Etc. Harga : Tas Kerang ukuran Standar Rp. 55.000 – 65.000 , untuk yang sudah di beri gambar decoupage harga Rp. 120.000 s/d 450.000 .

Pembuatan dari kerajinan Tas berbahan Anyaman Pandan ini dilakukan secara bertahap yang terbagi kedalam lima tahapan yakni sebagai berikut :

  1. Pemilihan Bahan Pandan yang halus yang sudah dibalut busa ati yang dijadikan lapisan dalam yang dibalut kain puring,
  2. Pemolaan sesuai dengan motif Tas yang akan di buat,
  3. Penggabungan pola untuk dijahit sehingga bentuk tas setengah jadi diperoleh,
  4. Pemberian pegangan/ jinjingan kemudian pemberian pewarna pengawet untuk anyaman pandan tersebut,
  5. Tahapan akhir yakni penjemuran sekaligus shorter untuk kesesuaian dan kualitas prodak yang sudah jadi.

Dalam proses penjualan prodak tas berbahan pandan ini sudah dilakukan secara langsung dan juga menggunakan sistem online shopping, hal tersebut dilakukan untuk menginisiasi sekaligus promosi secara kompeten dengan prodak lain secara global dengan bantuan market place, Facebook, twitt, etc. dan promosi di website dan blogspot.

“Dalam perkembangan penjualan omset dari prodak Tas dan yang lainnya sudah masuk ke penjualan ke luar daerah, pulau bahkan sudah masuk ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singaphore, dan Brunei. Dimana omset penjualannya bisa mencapai diangka 50 Jt dalam sebulan, hal tersebut menjadi rata – rata penghasilan dalam income pertahun” ujar pemilik website : Taspandantasik.com

Berikut prodak selain Tas Kerang yakni Box Tissue dan Tas WB :

 

Gambar kerajinan box tissue bahan anyam pandan  dengan ukuran 15×30 cm with varian collour. (Dok.sideka.id – journalist village)

 

Gambar kerajinan Tas WB bahan anyam pandan  dengan ukuran 22×33 cm with varian collour. (Dok.sideka.id – journalist village)

Demikian beberapa prodak kerajinan yang diproduksi oleh sebagian masyarakat Desa Rajamadala sebagai minoritas usaha menengah yang pesat kemajuannya dilihat dari persentase penjualan prodak di online shopping. Mudah – mudahan hal tersebut dapat menjadi motivasi banyak orang untuk terus berkreasi dan berkarir dengan inisiasi totalitas yang tanpa batas sehingga menjadikan prodak lokal yang mampu bersaing dengan prodak luar.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan